fifkifjk
Copyright Zona Pelajaran. Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Quote

Search

Tampilkan postingan dengan label SMK (X) Akomodasi Perhotelan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SMK (X) Akomodasi Perhotelan. Tampilkan semua postingan
Jumat, 19 Juli 2013

Modal Dasar Pembangunan Sektor Pariwisata


Indonesia memiliki potensi untuk menjadikan sektor pariwisata sebagai tulang punggung pembangunan nasional. Hal ini mengingat Indonesia memiliki beberapa keunikan, antara lain:
(a) keragaman dan keindahan alam
(b) keragaman suku dan adat istiadat
(c) keragaman seni dan hasil kerajinan rakyat, dan sebagainya.
Sebagaimana dinyatakan oleh Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Indonesia memiliki sumber daya yang dapat dijadikan modal dasar pembangunan sektor pariwisata, yang terdiri dari:



a. Luas wilayah dan letak strategis
Negeri ini merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dan terletak di lokasi yang strategis di garis khatulistiwa dengan jumlah pulau sekitar 17.408 pulau, dimana sekitar 60 % dari seluruh wilayah terdiri dari air dan selebihnya berupa daratan. Bila dibandingkan luas wilayah Indonesia hampir sama dengan luas seluruh benua Eropa atau luas Amerika Utara. Panjang rentang dari ujung barat sampai ujung timur mencapai 5.100 km
dan panjang dari utara ke selatan sekitar 1.888 km. Letak geografis Indonesia berada diantara benua Asia dan Australia serta lautan Pasifik dan Samudera Hindia, yang beriklim tropis basah dengan penyinaran matahari sepanjang tahun 
b. Sumber Daya Alam
Wilayah Indonesia dengan iklim tropisnya sepanjang tahun memiliki potensi kekayaan alam dan laut yang belum sepenuhnya dieksploitasi.untuk kesejahteraan rakyat. Kekayaan, keragaman dan keindahan alam baik di dasar lautan maupun di darat dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan baik dari dalam negeri maupun dari manca negara.
c. Penduduk yang besar dan budaya yang beragam
Indonesia termasuk negara berpenduduk terbesar di dunia selain China, India dan Amerika Serikat. Penduduk Indonesia terdiri dari berbagai suku dengan budaya dan adat istiadat yang beraneka ragam, seni budaya, sejarah dan dialek yang berbeda dapat menjadi modal besar bagi pengembangan kepariwisataan
d. Stabilitas Keamanan
Keamanan dan toleransi merupakan syarat mutlak bagi tumbuh dan berkembangnya industri pariwisata. Bangsa Indonesia yang sebelumnya dikenal karena memiliki budaya tinggi, luhur, ramah, santun, beradab, dan sangat toleran antar sesama, disadari atau tidak mulai berubah menjadi bangsa yang mudah tersinggung, dan emosional. Munculnya kasus bom Bali dan kasus yang sama di beberapa wilayah di Indonesia secara langsung dan seketika telah mengakibatkan industri pariwisata kita jatuh terpuruk. Negara kita mulai dicap sebagai negara teroris dan seakan telah kehilangan jati dirinya. 
e. Pencitraan Nasional
Pada era tahun 1980 sampai dengan 1990 an dunia Pariwisata kita sangat diminati oleh Wisatawan International (Wisatawan Mancanegara), terbukti dengan banyaknya devisa yang disumbangkan oleh para wisatawan asing tersebut bagi pendapatan nasional negara kita umumnya dan khusunya bagi daerah tujuan utama wisatawan asing di Indonesia seperti: Bali, Yogyakarta, Tanah Toraja dan Danau Toba dan lainnya, akan tetapi pada beberapa tahun terakhir ini grafik kunjungan Wisman ke Indonesia secara umum jumlahnya sangat menurun drastis disebabkan oleh beberapa citra buruk atau negative misalnya : Bom Bali 1 dan 2, Tsunami di Wilayah Sumatera dan Jawa Barat, Gempa Bumi di wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah, Virus Flue Burung
f. Komitmen politik dari pemerintah
Komitmen politik yang kuat dari pemerintah untuk mempersatukan bangsa dan menjadikan sektor pariwisata sebagai andalan dalam pembangunan ekonomi rakyat akan berpengaruh langsung dan dapat menjadi modal dasar bagi pengembangan industri pariwisata
g. Keberhasilan pembangunan
Keberhasilan pembangunan telah memberikan dampak positif dalam pembangunan dan pengembangan pariwisata di Indonesia. Prasarana dan sarana yang semakin baik ,telah memberikan kemudahan dan citra positif bagi kepariwisataan Indonesia.
Keberhasilan ini dapat dilihat dari indikator-indikator sebagai berikut:
a. semakin meningkatnya seni dan budaya bangsa
b. semakin meningkatnya sadar wisata dan pertisipasi masyarakat dalam pembangunan pariwisata
c. semakin dikenalnya objek dan daya tarik oleh wisatawan nusantara maupun mancanegara
d. semakin meningkatnya kepedulian terhadap lingkungan
Larangan terbang bagi pesawat asal dan milik perusahaan di Indonesia ke Eropa dan Amerika karena alasan minimnya keselamatan penerbangan indonesia, dll. Untuk itu pencitraan nasional harus terus menerus dilakukan oleh semua pihak sehingga kunjungan Wisman akan segera bangkit lagi yang menjadikan Indonesia sebagai main destination mereka, dan untuk hal ini salah satu cara yang dilakukan oleh Pemerintah adalah memberikan ijin Visa on Arrival (VOA) sesuai dengan peraturan Menteri Hukum dan hak Asasi Manusia RI no: M.02IZ.01.10.tahun 2007 (lihat lampiran), bagi warga masyarakat yang berasal dari berbagai negara dibawah ini.
Warga Negara Asing yang memperoleh Fasilitas Visa on Arrival :
1. Afrika Selatan
2. Amerika Serikat
3. Argentina
4. Australia
5. Austria
6. Bahrain
7. Belgia
8. Belanda
9. Brazilia
10. Bulgaria
11. Cyprus
12. Denmark
13. Emirat Arab
14. Estonia
15. Finlandia
16. Hongaria
17. India
18. Inggris
19. Iran
20. Irlandia
21. Islandia
22. Italia
23. Jepang
24. Jerman
25. Kamboja
26. Kanada
27. Korea Selatan
28. Kuwait
29. Laos
30. Liechtenstein
31. Luxemburg
32. Maladewa
33. Malta
34. Meksiko
35. Mesir
36. Monako
37. Norwegia
38. Oman
39. Prancis
40. Polandia
41. Portugal
42. Qatar
43. Republik Rakyat China
44. Rusia
45. Saudi Arabia
46. Swiss
47. Selandia Baru
48. Suriname
49. Swedia
50. Swiss
51. Taiwan
52. Yunani
53. Aljazair
54. Tunisia
55. Romania
56. Lithuania
57. Panama
58. Libya
59. Latvia
60. Czech Republic
61. Slovakia
62. Fiji
63. Slovenia
Tarif Visa on Arrival untuk per wisman adalah:
7 (tujuh) hari per orang US$ 10
30 (tigapuluh) hari perorang US$25
Adapun pemberian Visa on Arrival tersebut diatas berlaku bagi kedatangan Wisman melalui beberapa Bandara (airport) dan Pelabuhan Laut (seaport) yang telah ditentukan oleh Pemerintah seperti dibawah ini:
Bandara Pintu Masuk Pelayanan Visa on Arrival
No. PELABUHAN UDARA KOTA PROPINSI
1 Polonia Medan Sumatera Utara
2 Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru Riau
3 Tabing Padang Sumatera Barat
4 Hang Nadim Batam Riau
5 Soekarno-Hatta Jakarta DKI Jakarta
6 Halim Perdana Kusuma Jakarta DKI Jakarta
7 Juanda Surabaya Jawa Timur
8 Adi Sucipto Jogjakarta DI Jogjakarta
9 Adi Sumarmo Surakarta Jawa Tengah
10 Husein Sastranegara Bandung Jawa Barat
11 Ahmad Yani Semarang Jawa Tengah
12 Ngurah Rai Denpasar Bali
13 Selaparang Mataram NTB
14 Ei-Tari Kupang NTT
15 Hasanuddin Makassar Sulawesi Selatan
16 Sam Ratulangi Manado Sulawesi Utara
17 Sepinggan Balikpapan Kalimantan Timur

Manfaat dan Dampak Negatif Industri Pariwisata

Banyak sekali manfaat yang dapat diberikan oleh pengembangan sektor industri pariwisata. Menurut buku Pegangan Penatar dan Penyuluh Kepariwisataan Indonesia yang diterbitkan oleh Departemen Kebudayaan & Pariwisata, sedikitnya manfaat dan dampak negative yang ditimbulkan tersebut dapat ditinjau dari empat aspek :
(a) aspek ekonomi,
(b) aspek social-budaya,
(c) aspek berbangsa dan bernegara, dan
(d) aspek lingkungan.



Selain manfaat yang diberikan dari perkembangan dan pertumbuhan industri pariwisata, juga perlu diantisipasi dampak-dampak negatif yang mungkin ditimbulkan bila perlu mengurangi atau bahkan dapat menghilangkannya.

Manfaat dan Dampak Negatif Pengembangan Sektor Industri Pariwisata


1. Aspek Ekonomi
Manfaat :
- Menambah devisa
- Membuka kesempatan berusaha
- Menambah lapangan kerja
- Meningkatkan pendapatan masyarakat dan pemerintah
- Mendorong pembangunan daerah
Dampak Negatif :
- Harga barang dan jasa pelayanan menjadi naik, karena banyaknya pengunjung atau wisatawan yang dianggap selalu membawa uang banyak.
- Harga tanah naik akibat dari banyaknya para investor yang memerlukan tanah untuk pembangunan hotel dan sarana penunjang industri pariwisata
2. Aspek Sosial Budaya
Manfaat :
- Pelestarian budaya dan adat
- Meningkatkan kecerdasan masyarakat
- Meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani
- Mengurangi konflik social
Dampak Negatif :
- Penduduk khususnya remaja suka mengikuti pola hidup para wisatawan yang tidak sesuai dengan budaya dan kepribadian bangsa kita sendiri
3. Aspek Berbangsa dan Bernegara
Manfaat :
- Mempererat persatuan dan kesatuan
- Menumbuhkan rasa memiliki dan kecintaan terhadap tanah air
- Memelihara hubungan baik secara internasional
Dampak Negatif :
- Banyaknya peluang & pemanfaatan wisatawan mengundang perilaku yang tidak bertanggung jawab misalnya : pemerasan, perjudian, prostitusi, pencurian, pengedaran barang barang terlarang, penipuan dan lain-lain
4. Aspek Lingkungan
Manfaat :
- Melestarikan lingkungan
- Menumbuhkan suasana hidup tenang dan bersih
- Meningkatkan kesegaran fisik dan mental
- Jauh dari polusi, santai dapat mengembalikan kesehatan pisik dan mental dengan demikian pengembangan pariwisata merupakan salah satu cara dalam upaya untuk melestarikan lingkungan.
- Memperoleh nilai tambah atas pemanfaatan dari lingkungan yang ada
Dampak Negatif :
- Terjadi pengrusakan lingkungan, baik karena pembangunan prasarana dan sarana pariwisata, maupun karena ulah pengunjung atau tangan- tangan jahil orang yang tidak bertanggung jawab.


Unsur-unsur Industri Pariwisata



Industri pariwisata telah berkembang dengan pesat dari masa ke masa terbukti dari semakin banyaknya orang melakukan kegiatan wisata dan juga jumlah uang yang dibelanjakan untuk kegiatan tersebut, hal ini sangat dimungkinkan karena adanya : 
1) Semakin meningkatnya jumlah penduduk dunia, demikian juga meningkatnya jumlah penduduk dunia yang mampu melakukan perjalanan dan berwisata ke daerah lain. 
2) Kekupusan untuk cuti bersama pada setiap libur hariraya atau libur lainnya juga ikut mendukung kegiatan berwisata dari daerah yang satu ke daerah yang lainnya bahkan bila memungkinkan ke negara lain. 
3) Semakin bertambahnya uang atau dana yang dapat digunakan untuk dapat membiayai kegiatan wisata. 
4) Semakin tersedianya waktu yang luang dan kesempatan yang dapat digunakan untuk berwisata. 
5) Semakin mudah cara melakukan perjalanan, lebih cepat dan lebih menyenangkan. 
6) Kecenderungan biaya hidup lebih tinggi di negara tertentu, juga mendorong orang untuk melalukan wisata ke negara lain yang biaya hidupnya lebih rendah 
Unsur-unsur yang terlibat didalam industri pariwisata adalah meliputi hal-hal sebagai berikut: 
a. Akomodasi 
Adalah tempat bagi seseorang untuk tinggal sementara, dapat berupa hotel, losmen, guest house, pondok, cottage inn, perkemahan, caravan, bag packer dan sebagainya. Saat ini telah berkembang lebih jauh kearah tuntutan pemenuhan kebutuhan manusia lainnya seperti makan, minum rekreasi, olah raga, konvensi, pertemuan-pertemuan profesi dan asosiasi perjamuan-perjamuan pernikahan dan lainnya. Oleh karena itu dengan kemajuan teknologi dan perkembangan jaman juga dapat mempengaruhi jenis, macam dan banyaknya fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan dan harus disediakan oleh pengusaha pada bidang akomodasi.
b. Jasa Boga dan Restoran 
Adalah industri yang bergerak dalam bidang penyediaan makanan dan minuman, yang dikelola secara komersial. Jenis usaha ini dapat dibedakan dalam manajemennya, yaitu cara pengelolaannya, apakah dikelola secara mandiri maupun terkait dengan usaha lain. Industri yang bergerak dalam bidang makanan dan minuman ini merupakan industri yang paling menjanjikan karena seperti dikatakan banyak orang dalam berwisata, orang boleh menahan diri untuk tidak membeli pakaian atau jenis sandang lainnya tetapi tidak ada wisatawan yang dapat menahan untuk mencicipi makanan dan miunuman. Di samping itu pula industri makanan dan minuman ini juga banyak dikonsumsi atau dibeli untuk kenangan sebagai oleh- oleh dan buah tangan menandakan telah melakukan wisata. 
c. Transportasi dan Jasa Angkutan 
Adalah bidang usaha jasa yang bergerak dalam bidang angkutan. Transportasi dapat dilakukan melalui darat, laut dan udara. Pengelolaan dapat dilakukan oleh Swasta maupun BUMN. Jasa angkutan dan transportasi ini juga sangat mempengaruhi industri pariwisata, terjadinya kemudahan jasa transportasi terutama udara, yang memberikan harga yang cukup terjangkau bagi seluruh kalangan membuat meningkatnya kegiatan berwisata dari satu tempat ke tempat atau daerah lainnya. 
d. Tempat Penukaran Uang (Money Changer) 
Tempat penukaran mata uang asing (money changer) kini telah berkembang dengan pesat, penukaran uang tidak hanya dilakukan di bank, melainkan juga pada perusahaan-perusahaan money changer yang tersebar di tempat-tempat strategis, terutama dikota- kota besar. 
e. Atraksi Wisata 
Atraksi wisata dapat berupa pertunjukan tari, musik, upacara adat dll sesuai dengan budaya setempat. Pertunjukan ini dapat dilaksanakan secara tradisional maupun modern, melalui atraksi wisata ini dapat dilakukan salah satunya mengangkat keunggulan lokal setempat . 
f. Cindera Mata 
Adalah oleh-oleh atau kenang-kenangan yang dapat dibawa oleh wisatawan pada saat kembali ke tempat asalnya. Cindera mata ini biasanya berupa benda-benda kerajinan tangan yang dibentuk sedemikian rupa sehingga memberikan suatu keindahan seni dan sifatnya khas untuk tiap daerah. 
g. Biro Perjalanan 
Adalah suatu badan usaha dimana operasionalnya meliputi pelayanan semua proses perjalanan dari seseorang sejak berangkat hingga kembali, sehingga mereka merasa nyaman selama perjalanan.

Pengertian Pariwisata pada Akomodasi Perhotelan


Pengertian Pariwisata pada Akomodasi Perhotelan Berbicara tentang pengertian pariwisata maka akan dijumpai beberapa istilah yang berhubungan dengan kata “pariwisata” tersebut, antara lain: pari, wisata, wisatawan, tourisme, kepariwisataan, objek wisata dan sebagainya. Kata wisata berasal dari Jawa kuno yang kini telah memperkaya khasanah perbendaharaan bahasa Indonesia. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, “wisata” merupakan kata kerja yang berarti : 

(a) bepergian bersama-sama, 
(b) Pari berarti: segala, semua, maka Pariwisata dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang berhubungan dengan “bepergian bersama-sama”. Wisatawan berarti orang yang melakukan wisata, atau orang yang bepergian. Tourisme berasal dari kata Inggris “tourism” yang digunakan sebagai padanan kata “pariwisata”. Objek wisata menyangkut tempat, lokasi, atau segala sesuatu yang menjadi daya tarik untuk dikunjungi, dipelajari atau dilihat oleh wisatawan. 
Dalam dunia Pariwisata, Wisata adalah bepergian selama paling sedikit 24 jam sebagaimana ditetapkan oleh Komisi Tehnik the International Union of Official Travel Organization (IUOTO) melalui the Pasific Area Travel Association (PATA). Untuk memperoleh kerangka acuan yang sama maka sebaiknya digunakan pengertian yang telah diatur dalam Undang Undang Republik Indonesia nomor 9 tahun 1990 tentang Kepariwisataan. Di sini dikutip beberapa pengertian istilah yang berkaitan dengan kepariwisataan. 
a. Wisata adalah kegiatan perjalanan atau sebagian dari kegiatan tersebut yang dilakukan secara sukarela serta bersifat sementara untuk menikmati objek dan daya tarik wisata. 
b. Wisatawan adalah orang yang melakukan kegiatan wisata. 
c. Pariwisata adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan wisata, termasuk pengusahaan objek dan daya tarik wisata serta usaha- usaha yang terkait bidang tersebut. 
d. Kepariwisataan adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan penyelenggaraan pariwisata. 
e. Usaha pariwisata adalah kegiatan yang bertujuan menyelenggarakan jasa pariwisata, menyediakan atau mengusahakan objek dan daya tarik wisata, usaha sarana pariwisata dan usaha lain yang terkait di bidang tersebut. 
f. Objek dan daya tarik wisata adalah segala sesuatu yang menjadi sasaran wisata. 
g. Kawasan Pariwisata adalah kawasan dengan luas tertentu yang dibangun atau disediakan untuk memenuhi kebutuhan pariwisata.
Kamis, 18 Juli 2013

Dasar dan Kompetensi Kejuruan dalam Akomodasi Perhotelan



1. Dasar Kompetensi Kejuruan Akomodasi Perhotelan 
a. Bekerja dengan teman kerja dan pelanggan 
1). Mampu berkomunikasi secara efektif dengan teman kerja dan pelanggan 
2). Memberikan bantuan kepada teman kerja dan pelanggan sesuai standard pelayanan 
3). Mampu menerapkan prinsip-prinsip bekerja dalam tim 
b. Bekerja di lingkungan yang berbeda secara sosial 
1). Mampu berkomunikasi secara efektif dengan beragam latar belakang budaya 
2). Mampu menerapkan cara yang tepat dalam menangani masalah yang timbul akibat kesalah pahaman antar budaya 
c. Mengikuti prosedur kesehatan, keselamatan dan keamanan di tempat kerja 
1). Memahami tanda-tanda peringatan bahaya di tempat kerja 
2). Menerapkan prinsip-prinsip kesehatan dan keselamatan kerja di tempat kerja 
3). Mampu menangani situasi darurat sesuai standar operasional prosedur 
d. Mengembangkan dan memperbaharui pengetahuan industri perhotelan 
1). Memahami sektor-sektor industri perhotelan 
2). Memahami hubungan antara industri perhotelan dengan industri lain yang terkait 
3). Memahami peraturan yang berlaku di industri 

2. Kompetensi Kejuruan Akomodasi Perhotelan 
a. Berkomunikasi melalui telepon 
1). Memahami tata cara bertelepon yang baik sesuai standar pelayanan 
2). Menerapkan tata cara menerima telepon dengan baik di temapt kerja 
3). Mampu melayani sambungan telepon bagi tamu internal dan eksternal 
b. Menerima dan memproses reservasi 
1). Memahami fungsi dan tugas bagian reservasi 
2). Menerima dan memproses permintaan reservasi melalui berbagai metode reservasi 
3). Menawarkan produk dan fasilitas hotel lainnya kepada tamu 
4). Menangani cara pembayaran pada saat pemesanan kamar dari tamu 
c. Menyediakan layanan akomodasi reception 
1). Memahami tugas dan fungsi bagian reception 
2). Menyiapkan dan menerima kedatangan tamu individual dan rombongan 
3). Menyiapkan dan mengorganisir keberangkatan tamu 
4). Memproses pergantian kamar, tamu tidak jadi datang, tinggal lebih lama dan keberangkatan lebih awal 5). Membuat dan mendistribusikan laporan kantor depan 
d. Menyediakan layanan porter 
1). Memahami tugas dan fungsi bagian porter 
2). Memberikan layanan bell desk sesuai kebutuhan tamu 
3). Menangani barng-barang bawaan tamu tiba, pindah kamar dan berangkat 
4). Memproses penitipan barang tamu sementara
e. Membersihkan lokasi/ area dan peralatan 
1). Memahami tugas dan fungsi bagian area umum 
2). Mampu memilih peralatan dan bahan pembersih 
3). Menggunakan peralatan dan bahan pembersih sesuai dengan standar 
4). Mampu menangani permasalahan yang berhubungan dengan area Kerja 
5). Memelihara dan menyimpan peralatan dan bahan pembersih 
f. Menyiapkan kamar untuk tamu 
1). Memahami tugas dan fungsi bagian kamar 
2). Mengenal perlengkapan kamar tamu sesuai standar hotel 
3). Memilih dan menata perlengkapan kamar tamu pada trolley 
4). Menata kamar sesuai standar pelayanan 
5). Menangani permasalahan yang berhubungan dengan penemuan dan kehilangan barang tamu dan hotel 
6). Membuat laporan yang berhubungan dengan pekerjaan pelayanan di dalam kamar tamu 
g. Menyediakan layanan housekeeping untuk tamu 
1). Memahami tugas dan fungsi bagian order taker 
2). Memahami prosedur pengiriman dan pengambilan barang housekeeping yang dipinjam oleh tamu 
3). Memberikan layanan housekeeping sesuai kebutuhan tamu 
4). Menangani permasalah yang timbul akibat pelayanan yang kurang memuaskan tamu 
h. Menangani linen dan pakaian tamu 
1). Memahami tugas dan fungsi bagian laundry 
2). Mengenal jenis-jenis noda, peralatan, bahan pembersih, tehnik- tehnik pencucian dan pengemasan barang cucian tamu 
3). Melakukan prosedur pencucian sesuai standar operasinal prosedur 
4) Membuat rekening laundry dan laporan penerimaan dan pengembalian cucian tamu